Minggu, 23 Juli 2023

BEST PRACTICE_AYIK PUSPA YUNITA

 

 

 

 

BEST PRACTICE

 

 

 

Disusun oleh:

 

AYIK PUSPA YUNITA

NIM 233113703247

 

 

 

 

 

 

 

PPG DALAM JABATAN

KATEGORI 1 TAHUN 2023

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

LK 3.1 Menyusun Best Practices

 

Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)

Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran

 

Lokasi

UPT SD NEGERI BAKUNG 01

Lingkup Pendidikan

Sekolah Dasar

Tujuan yang ingin dicapai

Meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA materi Pola Hidup Hemat Air melalui penerapan model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) di kelas V UPT  SD  Negeri Bakung 01 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar

Penulis

Ayik Puspa Yunita, S.Pd.

Tanggal

18 Juli 2023

Situasi:

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini.

 

Latar belakang masalah dari praktik pembelajaran ini adalah :

Kondisi yang menjadi latar belakang masalah berdasarkan pengalaman saya sebagai guru di UPT SD Negeri Bakung 01 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar adalah :

1.      Guru kurang memahami model pembelajaran inovatif

2.      Guru belum termotivasi dalam memanfaatkan media berbasis IT

3.      Guru masih memilih buku paket sebagai sumber belajar utama

4.      Minimnya pelatihan bagi guru terkait pemanfaatan sarana berbasis IT dalam pembelajaran.

 

Dari permasalahan di atas, alternatif solusi yang ditawarkan adalah

1.      Penerapan model pembelajaran PJBL (Project Based Learning).

2.      Guru termotivasi untuk mempelajari dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis IT. Penggunaan media pembelajaran yang menarik (TPACK) seperti video.

3.      Menambah sarana dan prasarana yang berbasis IT di sekolah. Perangkat dan akses teknologi tersedia bagi guru secara konsisten.

 

Menurut Penelitian :

Mawanto (2022:1266) Video pembelajaran merupakan salah satu media yang memiliki unsur audio (suara) dan visual gerak (gambar bergerak). Sebagai media pembelaran, video berperan sebagai pengantar informasi dari guru kepada siswa. Kemudahan untuk mengulang video (replay) dan cara menyajikan informasi secara terstruktur menjadikan video termasuk salah satu media yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sebuah konsep. Selain itu video juga dinilai menyenangkan serta tidak membuat siswa merasa bosan dalam pembelajaran, sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa.

 

Praktik pembelajaran ini penting untuk dibagikan

karena banyak rekan guru baik di sekolah yang sama maupun di sekolah lain juga mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya alami. Diharapkan dengan pelaksanaan praktik ini dapat memotivasi diri saya dan juga menjadi referensi dan inspirasi bagi rekan guru yang lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan efektif serta menyenangkan. Hal ini tentunya berdampak meningkatnya hasil belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.

 

Peran dan tanggung jawab saya sebagai guru adalah menjadi fasilitator, moderator, mediator, motivator, inspirator. Guru juga bertanggung jawab menciptakan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan efektif serta menyenangkan, sehingga peserta didik menjadi aktif, tujuan pembelajaran dapat tercapai, dan hasil belajar peserta didik sesuai dengan yang diharapkan.

 

Tantangan :

Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat,

 

Tantangan yang dihadapi oleh guru adalah

1.        Penerapan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik seperti PJBL (Project Based Learning) membuat peserta didik lebih aktif berinteraksi dan bekerjasama dalam diskusi kelompok

2.        Penerapan metode pembelajaran yang bervariatif sehingga peserta didik lebih tertarik, antusias, dan termotivasi untuk mengikuti pembelajaran

3.        Penggunaan teknologi dalam pembelajaran IPA

4.        Guru harus menciptakan pembelajaran yang berpihak dan berpusat pada peserta didik

 

Dari tantangan - tantangan  tersebut menjadi pendorong seorang guru harus mampu merancang pembelajaran yang inovatif ,  menerapkan metode pembelajaran yang bervariatif, dan memilih media pembelajaran yang sesuai karakteristik peserta didik dalam menghadapi abad 21 (generasi Z) yang semuanya berbasis teknologi.

 

Pihak – pihak yang terlibat adalah

1.        Peserta didik kelas V UPT SD Negeri Bakung 01

2.        Kepala Sekolah yang memberikan izin dan membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi

3.        Teman Sejawat dan Guru Senior yang memberikan saran dan masukan dalam pelaksanaan praktik pembelajaran.

4.        Orang Tua/ Wali Murid kelas V UPT SD Negeri Bakung 01

5.        Dosen dan Guru Pamong sebagai pembimbing dalam pelaksanaan PPL ini.

 

 

Aksi :

Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini

 

Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah:

1.          Mempersiapkan fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam kegiatan PPL.

2.          Memilih model pembelajaran inovatif yang tepat dan sesuai dengan karakteristik peserta didik dan karakteristik materi yang akan disampaikan. Model pembelajaran yang dipilih adalah model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) dengan sintak – sintaknya sebagai berikut:

Fase 1       : Menetapkan Tema Proyek

Fase 2       : Menetapkan konteks belajar

Fase 3       : Merencanakan aktivitas - aktivitas

Fase 4       : Melaksanakan aktivitas – aktivitas untuk

menyelesaikan proyek

3.          Memilih pendekatan Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi/ menalar, mengomunikasikan) dan TPACK (technological  knowledge, pedagogical knowledge and content knowledge)

4.          Memilih berbagai metode pembelajaran yang bervariatif seperti pengamatan, penugasan, tanya jawab, diskusi kelompok, ceramah

5.          Memilih berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran diantaranya media video.

6.          Memilih penilaian yang dapat mengakomodir semua kegiatan dan kemampuan yang dimiliki peserta didik antara lain penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

 

Strategi yang digunakan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah:

Strategi yang digunakan dituangkan dalam modul ajar PPL yaitu:

A.    METODE PEMBELAJARAN

·         Pendekatan : Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi/ menalar, mengomunikasikan)

·         Model Pembelajaran : PJBL (Problem Based Learning)

·         Metode Pembelajaran  : Pengamatan, Penugasan, Tanya jawab, Diskusi kelompok, Ceramah

 

B.     MEDIA, SUMBER, DAN BAHAN PEMBELAJARAN

·      Media

1.      Video “Pola Hidup Hemat Air”

2.      Video “Cara Menjaga Kualitas Air”

3.      Teks “Hemat Air di Sekolah”

4.      LKPD

·      Sumber

1.      Buku pendamping seri Tematik Terpadu kurikulum 2013 kelas V semester 2

2.      Buku tematik tema 8

·      Sarana dan prasarana

1.      Laptop

2.      LCD

3.      Speaker

4.      Internet

 

Proses kegiatan pembelajaran

1. Pembukaan (15 menit)

- Kegiatan di kelas dimulai dengan membaca do’a dipimpin oleh ketua kelas. (religius dan integritas)

- Dilanjutkan dengan guru mengucap salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa.

- Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan menfaatnya bagi tercapainya sita-cita.

- Salah satu siswa maju untuk mengambil undian ’’Sarapan Pagi’’ yang berisi judul lagu nasional atau daerah.

- Seluruh siswa menyanyikan lagu nasional/daerah yang telah dipilih oleh salah satu siswa. (nasionalis)

- Guru mengulas sedikit materi yang telah disampaikan hari sebelumnya tentang siklus air

- Selanjutnya menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.

2. Kegiatan inti (60 menit)

Menetapkan tema proyek

- Siswa diberikan ice breaking dengan tepuk semangat untuk memunculkan motivasi belajar siswa

- Guru menanyakan beberapa pertanyaan kepada siswa:

Apakah anak – anak masih ingat materi yang kita pelajari di pertemuan sebelumnya?

Kita telah mempelajari tentang manfaat air bagi kehidupan di bumi, serta tahapan siklus air

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan agar ketersediaan air tetap melimpah?

Siswa menjawab dengan jawaban yang bervariasi

Menggunakan air secukupnya

Tidak bermain air

Menutup kran air setelah digunakan

Dll.

Nah, jawaban anak – anak semuanya benar. Untuk lebih jelasnya mari kita simak video tentang “Pola Hidup Hemat Air” berikut.

- Sebelum menyimak video, guru membagi siswa menjadi 3 kelompok yang masing – masing terdiri dari 4 siswa

- Kemudian guru memberikan LKPD

- Di dalam LKPD terdapat beberapa tugas yang harus di selesaikan oleh masing – masing kelompok

Menetapkan konteks belajar

- Siswa berkelompok menyimak video “Pola Hidup Hemat Air”

- Sambil menyimak masing – masing kelompok memahami pertanyaan terkait video yang dilihat

- Guru berkeliling untuk melihat kerjasama masing – masing kelompok

- Guru mengarahkan kelompok untuk berbagi tugas dengan anggotanya, misalnya dua anak menyimak video dan dua lainnya menuliskan jawaban yang di peroleh dari anak yang menyimak video

- Siswa berkelompok menyelesaikan LKPD

- Setelah semua kelompok selesai, guru melanjutkan materi kembali dengan memberikan beberapa pertanyaan

Anak – anak jika kita sudah mengetahui pola hidup hemat air maka hal tersebut harus kita laksanakan agar ketersediaan air tetap melimpah.

Bagaimana jika ketersediaan air melimpah namun keadaannya sangat kotor?

Apakah kita bisa menggunakannya?

Lalu apa yang seharusnya kita lakukan?

Nah, selanjutnya kita akan mempelajari tentang cara menjaga kualitas air

Mari kita simak videonya

- Siswa berkelompok kembali menyimak video “cara menjaga kualitas air”

- Siswa menyelesaikan LKPD

- Guru berkeliling untuk membimbing siswa baik individu maupun kelompok

Merencanakan aktivitas – aktivitas

- Pada kegiatan berikutnya guru memberikan sebuah teks nonfiksi tentang “Hemat Air di Sekolah”

- Siswa berkelompok merencanakan aktivitas yang akan dilakukan terhadap teks tersebut

1. membaca dan memahami teks

2. menuliskan kembali teks dengan kalimat sendiri

3. menceritakan teks yang dibuat dengan kalimat sendiri di depan kelas

- setelah merencanakan aktivitas – aktivitas tersebut masing – masing kelompok melakukan aktivitas yang telah di rencanakan

- Guru memberikan penjelasan bahwa masing – masing kelompok harus menuliskan kembali teks tersebut dengan bahasa sendiri

 

Melaksanakan aktivitas – aktivitas untuk menyelesaikan proyek

- Siswa berkelompok menyelesaikan aktivitas dengan runtut dan penuh tanggungjawab

- Guru berkeliling untuk membimbing dan melihat keaktifan masing – masing anggota kelompok

- Setelah semua kelompok selesai guru meminta masing – masing kelompok membuat bagan tentang tata tertib penggunaan air di sekolah berdasarkan teks nonfiksi “Hemat Air di Sekolah” yang telah mereka baca

- Seluruh siswa berkelompok membuat bagan tata tertib tersebut dengan penuh tanggungjawab

- Siswa berkelompok menyelesaikan bagan tersebut dengan tepat waktu

- Setelah LKPD selesai guru meminta masing – masing kelompok mempresentasikan seluruh hasil diskusinya dengan penuh percaya diri

- Mereka melakukan presentasi secara bergantian, kelompok yang lain menaggapi

3. Penutup (15 menit)

- Setelah semua kelompok selesai presentasi guru memberikan penguatan terhadap apa yang telah mereka presentasikan

- Guru memberikan kesempatan untuk Tanya jawab seputar materi

- Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran yang telah di presentasikan

- Guru memberikan soal evaluasi untuk di kerjakan secara mandiri dirumah

- Selanjutnya guru mengajak siswa untuk meletakkan hasil karya mereka di Mading Sekolah

- Guru menutup pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam

 

Refleksi Hasil dan dampak

Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif?  Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut

Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan berhasil efektif, terlihat dari:

1.         Penerapan model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat  pada peserta didik sehingga peserta didik lebih aktif berinteraksi, berkolaborasi dalam diskusi kelompok serta mengembangkan daya berpikir secara kritis. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan yang menunjukkan peningkatan presentase hasil belajar peserta didik kelas V UPT SD Negeri Bakung 01. Sebelum pelaksanaan aksi presentase hasil belajar hanya sebesar 20 %, pada aksi I naik menjadi 70 %, dan meningkat pada aksi II menjadi 90 %. Semua  peserta didik dapat mencapai capaian pembelajaran.

2.         Penerapan metode pembelajaran yang bervariatif seperti tanya jawab, ceramah, memberikan pertanyaan pemantik, berdiskusi dalam kelompok, presentasi serta pemberian umpan balik dari peserta didik dan guru yang positif sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar  peserta didik.

3.         Pemilihan media pembelajaran (berbasis TPACK) yang tepat dan menarik bagi peserta didik seperti video, PPT, gambar, bahan ajar, LKPD serta pemberian ice breaking dan soal evaluasi dapat menjadikan peserta didik tertarik dan focus dalam  pembelajaran serta penguasaan materi peserta didik meningkat dilihat dari hasil penilaian.

4.         Melalui berbagai macam pemilihan model, metode, dan media pembelajaran yang tepat, peserta didik mampu lebih termotivasi dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran.

 

Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang dan nyaman selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini tampak dari kegiatan refleksi di akhir pembelajaran. Peserta didik menyampaikan bahwa keseluruhan tahap pembelajaran menyenangkan dan semua materi bisa dipahami dengan mudah.

 

Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan model dan metode yang berpusat pada peserta didik serta penggunaan media yang variatif, inovatif, dan menarik perhatian peserta didik selama pembelajaran.

 

Pembelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan proses kegiatan yang  sudah dilakukan  guru adalah pentingnya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemilihan model, metode, dan media pembelajaran yang variatif, inovatif, dan menarik agar tujuan pembelajaran tercapai secara tuntas dan optimal.