
BEST PRACTICE
Disusun oleh:
AYIK PUSPA YUNITA
NIM 233113703247
PPG DALAM JABATAN
KATEGORI 1 TAHUN 2023
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
LK 3.1 Menyusun Best Practices
Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan
Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak)
Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran
|
Lokasi |
UPT SD NEGERI BAKUNG 01 |
|
Lingkup Pendidikan |
Sekolah Dasar |
|
Tujuan yang ingin dicapai |
Meningkatkan hasil belajar
peserta didik dalam pembelajaran IPA materi Pola Hidup Hemat Air melalui
penerapan model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) di kelas V UPT SD
Negeri Bakung 01 Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar |
|
Penulis |
Ayik Puspa Yunita, S.Pd. |
|
Tanggal |
18 Juli 2023 |
|
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah,
mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan
tanggung jawab anda dalam praktik ini. |
Latar belakang masalah dari
praktik pembelajaran ini adalah : Kondisi yang menjadi latar
belakang masalah berdasarkan pengalaman saya sebagai guru di UPT SD Negeri Bakung 01
Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar
adalah : 1.
Guru kurang memahami model pembelajaran inovatif 2.
Guru belum termotivasi
dalam memanfaatkan media berbasis IT 3.
Guru masih memilih buku
paket sebagai sumber belajar utama 4.
Minimnya pelatihan bagi
guru terkait pemanfaatan sarana berbasis IT dalam pembelajaran. Dari permasalahan di atas,
alternatif solusi yang ditawarkan adalah 1.
Penerapan model
pembelajaran PJBL
(Project Based Learning). 2.
Guru termotivasi
untuk mempelajari dan memanfaatkan media pembelajaran berbasis IT. Penggunaan
media pembelajaran yang menarik (TPACK) seperti video. 3.
Menambah sarana dan
prasarana yang berbasis IT di sekolah. Perangkat dan akses teknologi
tersedia bagi guru secara konsisten. Menurut Penelitian : Mawanto (2022:1266) Video pembelajaran merupakan salah satu
media yang memiliki unsur audio (suara) dan visual gerak (gambar bergerak).
Sebagai media pembelaran, video berperan sebagai pengantar informasi dari
guru kepada siswa. Kemudahan untuk mengulang video (replay) dan cara
menyajikan informasi secara terstruktur menjadikan video termasuk salah satu
media yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami sebuah konsep.
Selain itu video juga dinilai menyenangkan serta tidak membuat siswa merasa
bosan dalam pembelajaran, sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa. Praktik pembelajaran ini
penting untuk dibagikan karena banyak rekan guru baik di sekolah yang sama
maupun di sekolah lain juga
mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya alami.
Diharapkan dengan pelaksanaan praktik ini dapat
memotivasi diri saya dan juga menjadi referensi dan inspirasi bagi rekan
guru yang lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif,
kreatif, dan efektif serta menyenangkan.
Hal ini tentunya berdampak meningkatnya hasil belajar peserta didik dalam
mengikuti pembelajaran. Peran
dan tanggung jawab saya sebagai guru adalah menjadi fasilitator,
moderator, mediator, motivator, inspirator. Guru juga bertanggung jawab
menciptakan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan efektif serta menyenangkan,
sehingga peserta didik menjadi aktif, tujuan pembelajaran dapat
tercapai, dan hasil belajar peserta didik sesuai dengan yang
diharapkan. |
|
Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan
tersebut? Siapa saja yang terlibat, |
Tantangan yang dihadapi oleh guru adalah 1.
Penerapan model pembelajaran inovatif yang berpusat pada peserta didik
seperti PJBL (Project Based Learning)
membuat peserta didik lebih aktif berinteraksi dan bekerjasama dalam diskusi
kelompok 2.
Penerapan metode pembelajaran yang
bervariatif sehingga peserta didik lebih tertarik, antusias, dan termotivasi
untuk mengikuti pembelajaran 3.
Penggunaan teknologi dalam pembelajaran
IPA 4.
Guru harus menciptakan pembelajaran yang berpihak dan berpusat pada peserta didik Dari tantangan - tantangan tersebut menjadi pendorong seorang guru
harus mampu merancang pembelajaran yang inovatif , menerapkan metode pembelajaran yang bervariatif, dan memilih media pembelajaran yang sesuai karakteristik
peserta didik dalam menghadapi abad 21 (generasi Z) yang semuanya berbasis
teknologi. Pihak – pihak yang terlibat adalah 1.
Peserta didik kelas V UPT SD Negeri Bakung 01 2.
Kepala Sekolah yang memberikan izin dan membantu menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi 3.
Teman Sejawat dan Guru Senior yang memberikan saran dan masukan dalam
pelaksanaan praktik pembelajaran. 4.
Orang Tua/ Wali Murid kelas V UPT SD Negeri Bakung 01 5.
Dosen dan Guru Pamong sebagai pembimbing dalam pelaksanaan PPL ini. |
|
Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi
tantangan tersebut/strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa
saja yang terlibat /Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk
melaksanakan strategi ini |
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah: 1.
Mempersiapkan fasilitas sarana dan prasarana yang
dibutuhkan dalam kegiatan PPL. 2.
Memilih model pembelajaran inovatif yang tepat dan
sesuai dengan karakteristik peserta didik
dan karakteristik materi yang akan
disampaikan. Model pembelajaran yang
dipilih adalah model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) dengan sintak –
sintaknya sebagai berikut: Fase 1 :
Menetapkan Tema Proyek Fase 2 : Menetapkan konteks belajar Fase 3 :
Merencanakan aktivitas - aktivitas Fase 4 :
Melaksanakan aktivitas – aktivitas untuk menyelesaikan proyek 3.
Memilih pendekatan Saintifik
(mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi/ menalar,
mengomunikasikan) dan TPACK
(technological knowledge, pedagogical knowledge and
content knowledge) 4.
Memilih berbagai metode
pembelajaran yang bervariatif seperti pengamatan, penugasan, tanya
jawab, diskusi kelompok, ceramah 5.
Memilih berbagai media pembelajaran yang sesuai dengan materi
pembelajaran diantaranya media video. 6.
Memilih penilaian yang dapat mengakomodir semua kegiatan dan kemampuan
yang dimiliki peserta didik antara lain penilaian sikap, pengetahuan, dan
keterampilan. Strategi yang digunakan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah: Strategi yang digunakan dituangkan
dalam modul ajar PPL yaitu: A. METODE PEMBELAJARAN ·
Pendekatan : Saintifik (mengamati,
menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi/ menalar,
mengomunikasikan) ·
Model Pembelajaran : PJBL (Problem Based Learning) ·
Metode Pembelajaran : Pengamatan, Penugasan, Tanya jawab,
Diskusi kelompok, Ceramah B.
MEDIA,
SUMBER, DAN BAHAN PEMBELAJARAN · Media 1.
Video “Pola Hidup Hemat Air” 2.
Video “Cara Menjaga Kualitas Air” 3.
Teks “Hemat Air di Sekolah” 4.
LKPD · Sumber 1.
Buku pendamping seri Tematik
Terpadu kurikulum 2013 kelas V semester 2 2.
Buku tematik tema 8 · Sarana dan prasarana 1.
Laptop 2.
LCD 3.
Speaker 4.
Internet Proses kegiatan pembelajaran 1.
Pembukaan (15 menit) -
Kegiatan di kelas dimulai dengan membaca do’a dipimpin oleh ketua kelas. (religius
dan integritas) -
Dilanjutkan dengan guru mengucap salam, menanyakan kabar dan mengecek
kehadiran siswa. -
Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan
menfaatnya bagi tercapainya sita-cita. -
Salah satu siswa maju untuk mengambil undian ’’Sarapan Pagi’’ yang berisi
judul lagu nasional atau daerah. -
Seluruh siswa menyanyikan lagu nasional/daerah yang telah dipilih oleh salah
satu siswa. (nasionalis) -
Guru mengulas sedikit materi yang telah disampaikan hari sebelumnya tentang
siklus air -
Selanjutnya menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini. 2.
Kegiatan inti (60 menit) Menetapkan
tema proyek -
Siswa diberikan ice breaking dengan tepuk semangat untuk memunculkan motivasi
belajar siswa -
Guru menanyakan beberapa pertanyaan kepada siswa: Apakah
anak – anak masih ingat materi yang kita pelajari di pertemuan sebelumnya? Kita
telah mempelajari tentang manfaat air bagi kehidupan di bumi, serta tahapan
siklus air Lalu
apa yang seharusnya kita lakukan agar ketersediaan air tetap melimpah? Siswa
menjawab dengan jawaban yang bervariasi Menggunakan
air secukupnya Tidak
bermain air Menutup
kran air setelah digunakan Dll.
Nah,
jawaban anak – anak semuanya benar. Untuk lebih jelasnya mari kita simak
video tentang “Pola Hidup Hemat Air” berikut. -
Sebelum menyimak video, guru membagi siswa menjadi 3 kelompok yang masing –
masing terdiri dari 4 siswa -
Kemudian guru memberikan LKPD -
Di dalam LKPD terdapat beberapa tugas yang harus di selesaikan oleh masing –
masing kelompok Menetapkan
konteks belajar -
Siswa berkelompok menyimak video “Pola Hidup Hemat Air” -
Sambil menyimak masing – masing kelompok memahami pertanyaan terkait video
yang dilihat -
Guru berkeliling untuk melihat kerjasama masing – masing kelompok -
Guru mengarahkan kelompok untuk berbagi tugas dengan anggotanya, misalnya dua
anak menyimak video dan dua lainnya menuliskan jawaban yang di peroleh dari
anak yang menyimak video -
Siswa berkelompok menyelesaikan LKPD -
Setelah semua kelompok selesai, guru melanjutkan materi kembali dengan
memberikan beberapa pertanyaan Anak
– anak jika kita sudah mengetahui pola hidup hemat air maka hal tersebut
harus kita laksanakan agar ketersediaan air tetap melimpah. Bagaimana jika ketersediaan air
melimpah namun keadaannya sangat kotor? Apakah
kita bisa menggunakannya? Lalu
apa yang seharusnya kita lakukan? Nah,
selanjutnya kita akan mempelajari tentang cara menjaga kualitas air Mari
kita simak videonya -
Siswa berkelompok kembali menyimak video “cara menjaga kualitas air” -
Siswa menyelesaikan LKPD -
Guru berkeliling untuk membimbing siswa baik individu maupun kelompok Merencanakan
aktivitas – aktivitas -
Pada kegiatan berikutnya guru memberikan sebuah teks nonfiksi tentang “Hemat
Air di Sekolah” -
Siswa berkelompok merencanakan aktivitas yang akan dilakukan terhadap teks
tersebut 1.
membaca dan memahami teks 2.
menuliskan kembali teks dengan kalimat sendiri 3.
menceritakan teks yang dibuat dengan kalimat sendiri di depan kelas -
setelah merencanakan aktivitas – aktivitas tersebut masing – masing kelompok
melakukan aktivitas yang telah di rencanakan -
Guru memberikan penjelasan bahwa masing – masing kelompok harus menuliskan
kembali teks tersebut dengan bahasa sendiri Melaksanakan
aktivitas – aktivitas untuk menyelesaikan proyek -
Siswa berkelompok menyelesaikan aktivitas dengan runtut dan penuh tanggungjawab
-
Guru berkeliling untuk membimbing dan melihat keaktifan masing – masing
anggota kelompok -
Setelah semua kelompok selesai guru meminta masing – masing kelompok membuat
bagan tentang tata tertib penggunaan air di sekolah berdasarkan teks nonfiksi
“Hemat Air di Sekolah” yang telah mereka baca -
Seluruh siswa berkelompok membuat bagan tata tertib tersebut dengan penuh
tanggungjawab -
Siswa berkelompok menyelesaikan bagan tersebut dengan tepat waktu -
Setelah LKPD selesai guru meminta masing – masing kelompok mempresentasikan
seluruh hasil diskusinya dengan penuh percaya diri -
Mereka melakukan presentasi secara bergantian, kelompok yang lain menaggapi 3.
Penutup (15 menit) -
Setelah semua kelompok selesai presentasi guru memberikan penguatan terhadap
apa yang telah mereka presentasikan -
Guru memberikan kesempatan untuk Tanya jawab seputar materi -
Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran yang telah di presentasikan
-
Guru memberikan soal evaluasi untuk di kerjakan secara mandiri dirumah -
Selanjutnya guru mengajak siswa untuk meletakkan hasil karya mereka di Mading
Sekolah - Guru
menutup pembelajaran hari ini dengan mengucapkan salam |
|
Refleksi Hasil dan
dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah
yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain
terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan
atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari
keseluruhan proses tersebut |
Dampak
dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan berhasil efektif, terlihat
dari: 1.
Penerapan model pembelajaran PJBL (Project
Based Learning) dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat
pada peserta didik sehingga peserta
didik lebih aktif berinteraksi, berkolaborasi dalam diskusi kelompok
serta mengembangkan daya berpikir secara
kritis. Hal ini
dibuktikan dengan hasil pengamatan yang menunjukkan peningkatan presentase
hasil belajar peserta didik kelas V UPT SD Negeri Bakung 01. Sebelum
pelaksanaan aksi presentase hasil belajar hanya sebesar 20 %, pada aksi I
naik menjadi 70 %, dan meningkat pada aksi II menjadi 90 %. Semua peserta didik dapat mencapai capaian
pembelajaran. 2.
Penerapan metode pembelajaran yang bervariatif
seperti tanya jawab,
ceramah, memberikan pertanyaan pemantik, berdiskusi dalam kelompok, presentasi serta pemberian umpan balik dari peserta
didik dan guru yang positif
sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. 3.
Pemilihan media pembelajaran (berbasis TPACK) yang tepat
dan menarik bagi peserta
didik seperti video,
PPT, gambar, bahan
ajar, LKPD serta pemberian
ice breaking dan soal evaluasi dapat
menjadikan peserta didik tertarik
dan focus dalam pembelajaran serta penguasaan materi peserta
didik meningkat dilihat
dari hasil penilaian. 4.
Melalui berbagai macam pemilihan
model, metode, dan media pembelajaran yang tepat, peserta didik mampu lebih termotivasi dan antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini
adalah sangat senang dan nyaman
selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini tampak dari kegiatan refleksi
di akhir pembelajaran. Peserta didik menyampaikan bahwa
keseluruhan tahap pembelajaran menyenangkan dan semua materi bisa dipahami dengan
mudah. Faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh kemampuan dan keterampilan guru dalam menerapkan model dan metode
yang berpusat pada peserta
didik serta penggunaan media yang variatif, inovatif, dan menarik perhatian peserta didik selama pembelajaran. Pembelajaran yang bisa diambil dari keseluruhan
proses kegiatan yang sudah dilakukan guru adalah pentingnya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemilihan model, metode, dan media pembelajaran yang variatif, inovatif, dan menarik agar tujuan
pembelajaran tercapai secara
tuntas dan optimal. |