I
remember. You cry. You stupid ☺.
Kalimat itu kutuliskan di lembar
terakhir buku-buku catatanku tanpa mempedulikan kebenaran penulisan dan
grammarnya.
Tanpa menunggu hari esok Jatmiko
menghampiriku dan mengembalikan buku catatanku. Aku bingung, apa dia tak jadi
meminjamnya. Atau dia sudah mencatat semuanya. Kulihat di lembar belakang,
ternyata sudah ada tulisan besar memenuhi satu lembar halaman berikutnya. I like you smile.
Aku tersenyum lebar dan menoleh
kepadanya. Dan dia memperlihatkan gambar kepala babi dengan hidung pesek dan
senyum yang sangat lebar sepertiku. Senyumnya, aku tak pernah bisa lupa.
Cengirannya yang selalu membuatku susah tidur di malam-malam terakhir. Sejak
saat itu aku akrab dengannya. Meskipun tetap jarang menyapa. Tapi kami akan
berkomunikasi lewat buku-buku catatanku yang sering habis karena penuh dengan
tulisan dan gambar tak jelas namun membuatku ingin selalu melihatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar